Kebidanan
Monograf
Proses ISBN
Ekstrak Moringa Oleifera (Daun Kelor) sebagai Suplemen Ibu Hamil dan Ibu Nifas
Penulis
R. Noucie Septriliyana
Vebby Aulia Ayu Lestari
Editor:
Leni Halimatusyadiah
Detail:
- Bahasa
- Indonesia
- No. HKI
- Sedang Proses
- ISBN
- Sedang Proses
- Tahun Terbit
- 2026
- Halaman
- 104 Halaman
- Format
- -
Penerbit:
PT. Mustika Sri Rosadi
Penerbit Terverifikasi
Sinopsis
Monograf ini membahas secara komprehensif anemia pada ibu hamil dan nifas serta upaya penanggulangannya melalui pendekatan nutrisi dan terapi non farmakologis berbasis pangan lokal daun kelor (Moringa oleifera). Dimulai dengan pemaparan konsep dasar anemia, perubahan fisiologis kehamilan (termasuk hemodilusi), klasifikasi, patofisiologi, kebutuhan zat besi, serta dampak anemia terhadap ibu, janin, persalinan, dan masa nifas.
Selanjutnya diuraikan gambaran kehamilan dan masa nifas, tanda bahaya, ketidaknyamanan trimester III, standar asuhan antenatal dan nifas, serta pentingnya pemantauan berkelanjutan (continuity of care). Monograf ini juga menyoroti kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral pada ibu hamil dan menyusui, serta konsekuensi kekurangan gizi terhadap pertumbuhan janin dan pemulihan ibu.
Bagian utama monograf mengulas potensi Moringa oleifera sebagai intervensi komplementer untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan produksi ASI. Kandungan gizi daun kelor yang kaya zat besi, vitamin C, asam amino esensial, fitosterol, dan senyawa bioaktif lainnya dijelaskan beserta mekanisme kerjanya terhadap pembentukan hemoglobin dan stimulasi hormon prolaktin–oksitosin. Berbagai hasil penelitian tentang ekstrak, serbuk, dan olahan daun kelor pada ibu hamil dan menyusui disajikan untuk mendukung bukti ilmiah.
Secara keseluruhan, monograf ini diharapkan menjadi rujukan bagi mahasiswa, bidan, dan tenaga kesehatan dalam memahami model asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu dengan anemia, sekaligus mendorong pemanfaatan daun kelor sebagai solusi lokal yang murah, mudah diperoleh, dan berbasis bukti untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.
Selanjutnya diuraikan gambaran kehamilan dan masa nifas, tanda bahaya, ketidaknyamanan trimester III, standar asuhan antenatal dan nifas, serta pentingnya pemantauan berkelanjutan (continuity of care). Monograf ini juga menyoroti kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral pada ibu hamil dan menyusui, serta konsekuensi kekurangan gizi terhadap pertumbuhan janin dan pemulihan ibu.
Bagian utama monograf mengulas potensi Moringa oleifera sebagai intervensi komplementer untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan produksi ASI. Kandungan gizi daun kelor yang kaya zat besi, vitamin C, asam amino esensial, fitosterol, dan senyawa bioaktif lainnya dijelaskan beserta mekanisme kerjanya terhadap pembentukan hemoglobin dan stimulasi hormon prolaktin–oksitosin. Berbagai hasil penelitian tentang ekstrak, serbuk, dan olahan daun kelor pada ibu hamil dan menyusui disajikan untuk mendukung bukti ilmiah.
Secara keseluruhan, monograf ini diharapkan menjadi rujukan bagi mahasiswa, bidan, dan tenaga kesehatan dalam memahami model asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu dengan anemia, sekaligus mendorong pemanfaatan daun kelor sebagai solusi lokal yang murah, mudah diperoleh, dan berbasis bukti untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.