Teknologi Laboratorium Medis
Buku Ajar
Imunologi dan Serologi Klinik
Buku ajar ini membahas dasar-dasar imunologi dan penerapan pemeriksaan serologi dalam pelayanan laboratorium klinik. Materi disusun secara sistematis, meliputi sistem imun, antigen dan antibodi, mekanisme respons imun, reaksi imunologis, metode pemeriksaan serologi, imunodiagnostik penyakit infeksi dan noninfeksi, serta interpretasi hasil pemeriksaan untuk mendukung kompetensi mahasiswa di bidang teknologi laboratorium medis.
Daftar Bab Tersedia
| Judul Bab | Harga | Status | Pesan |
|---|---|---|---|
|
Bab 1. Pengantar Imunologi dan Serologi Klinik
Bab ini membahas konsep dasar, sejarah, perkembangan, dan ruang lingkup imunologi serta serologi klinik. Mahasiswa diperkenalkan pada hubungan sistem imun dengan kesehatan dan penyakit, peran pemeriksaan imunologi dalam pelayanan laboratorium, serta penerapan ilmu imunologi untuk mendukung diagnosis dan pemantauan kondisi klinis pasien.
|
Rp 300.000 |
Dipesan
oleh: Maria Regina Tri Yonita
|
|
|
Bab 2. Struktur dan Fungsi Sistem Imun Manusia
Bab ini menjelaskan komponen penyusun sistem imun, meliputi organ limfoid, jaringan limfatik, sel imun, dan mediator imunologis. Pembahasan mencakup fungsi sumsum tulang, timus, limpa, kelenjar getah bening, limfosit, makrofag, neutrofil, dan sel imun lainnya dalam mempertahankan tubuh dari berbagai ancaman patogen.
|
Rp 200.000 | Tersedia | Pesan Bab Ini |
|
Bab 3. Mekanisme Imunitas Bawaan dan Adaptif
Bab ini membahas mekanisme pertahanan tubuh melalui sistem imun bawaan dan adaptif. Materi mencakup pengenalan patogen, fagositosis, inflamasi, aktivasi sel imun, respons humoral, dan respons seluler. Mahasiswa diharapkan memahami hubungan kedua mekanisme tersebut dalam melindungi tubuh serta membentuk kekebalan terhadap infeksi.
|
Rp 200.000 | Tersedia | Pesan Bab Ini |
|
Bab 4. Antigen, Antibodi, dan Reaksi Antigen-Antibodi
Bab ini menguraikan pengertian, karakteristik, dan klasifikasi antigen serta antibodi. Pembahasan meliputi struktur imunoglobulin, jenis IgG, IgM, IgA, IgE, dan IgD, serta mekanisme ikatan antigen-antibodi. Materi juga menjelaskan prinsip reaksi imunologis yang menjadi dasar berbagai metode pemeriksaan serologi di laboratorium klinik.
|
Rp 200.000 | Tersedia | Pesan Bab Ini |
|
Bab 5. Respons Imun dan Mekanisme Inflamasi
Bab ini membahas proses respons imun terhadap masuknya antigen atau mikroorganisme ke dalam tubuh. Materi mencakup pengenalan antigen, aktivasi sel imun, pelepasan mediator inflamasi, proses peradangan, dan mekanisme pemulihan jaringan. Mahasiswa juga mempelajari hubungan respons inflamasi dengan berbagai kondisi penyakit dan pemeriksaan laboratorium.
|
Rp 200.000 | Tersedia | Pesan Bab Ini |
|
Bab 6. Sistem Komplemen, Sitokin, dan Mediator Imun
Bab ini menjelaskan fungsi sistem komplemen, sitokin, kemokin, dan mediator imun lainnya dalam mengatur respons pertahanan tubuh. Pembahasan mencakup jalur aktivasi komplemen, mekanisme kerja sitokin, serta keterlibatan mediator imun dalam proses inflamasi, infeksi, dan gangguan sistem imun yang dapat ditemukan dalam praktik klinis.
|
Rp 200.000 | Tersedia | Pesan Bab Ini |
|
Bab 7. Reaksi Hipersensitivitas dan Pemeriksaan Alergi
Bab ini membahas mekanisme reaksi hipersensitivitas tipe I, II, III, dan IV serta kaitannya dengan berbagai manifestasi penyakit. Materi mencakup respons alergi, peran imunoglobulin E, aktivasi sel mast, dan pemeriksaan laboratorium untuk mendukung diagnosis alergi, termasuk pemeriksaan IgE total dan IgE spesifik.
|
Rp 200.000 | Tersedia | Pesan Bab Ini |
|
Bab 8. Autoimunitas dan Pemeriksaan Laboratorium Penyakit Autoimun
Bab ini menguraikan konsep autoimunitas, mekanisme gangguan toleransi imun, dan pembentukan autoantibodi. Pembahasan mencakup penyakit autoimun seperti lupus eritematosus sistemik dan artritis reumatoid, serta pemeriksaan laboratorium seperti ANA, anti-dsDNA, dan rheumatoid factor untuk mendukung proses diagnosis dan pemantauan penyakit.
|
Rp 200.000 | Tersedia | Pesan Bab Ini |
|
Bab 9. Imunodefisiensi dan Pemeriksaan Fungsi Sistem Imun
Bab ini menjelaskan gangguan sistem imun akibat kondisi imunodefisiensi primer maupun sekunder. Materi mencakup penyebab, karakteristik klinis, dan pemeriksaan laboratorium untuk mengevaluasi fungsi imunitas humoral dan seluler. Mahasiswa mempelajari pemeriksaan kadar imunoglobulin, jumlah limfosit, serta parameter imunologis lainnya.
|
Rp 200.000 | Tersedia | Pesan Bab Ini |
|
Bab 10. Prinsip dan Metode Pemeriksaan Serologi Klinik
Bab ini membahas prinsip dasar pemeriksaan serologi berdasarkan reaksi antigen-antibodi. Materi meliputi metode aglutinasi, presipitasi, imunokromatografi, ELISA, dan imunofluoresensi. Setiap metode dijelaskan berdasarkan prinsip kerja, jenis spesimen, tahapan pemeriksaan, kelebihan, keterbatasan, serta contoh penerapannya dalam pemeriksaan laboratorium.
|
Rp 200.000 | Tersedia | Pesan Bab Ini |
|
Bab 11. Pemeriksaan Imunoserologi pada Penyakit Infeksi
Bab ini membahas penerapan pemeriksaan imunoserologi untuk mendeteksi penyakit infeksi akibat bakteri, virus, jamur, dan parasit. Materi mencakup pemeriksaan antigen dan antibodi, interpretasi hasil serologi, periode jendela, serta perbedaan respons imun pada infeksi akut, infeksi lampau, dan kondisi pascavaksinasi.
|
Rp 200.000 | Tersedia | Pesan Bab Ini |
|
Bab 12. Pemeriksaan Imunologi pada Penyakit Noninfeksi
Bab ini menjelaskan penggunaan pemeriksaan imunologi dalam mendukung diagnosis penyakit noninfeksi, terutama penyakit autoimun, alergi, dan gangguan inflamasi. Pembahasan mencakup pemilihan parameter pemeriksaan, prinsip metode diagnostik, faktor yang memengaruhi hasil, serta interpretasi hasil laboratorium berdasarkan kondisi klinis pasien.
|
Rp 200.000 | Tersedia | Pesan Bab Ini |
|
Bab 13. Imunohematologi dan Pemeriksaan Transfusi Darah
Bab ini membahas dasar imunologi dalam pemeriksaan transfusi darah, meliputi sistem golongan darah ABO dan Rhesus, antigen eritrosit, antibodi, serta reaksi antigen-antibodi pada transfusi. Materi juga mencakup pemeriksaan golongan darah, uji silang serasi, uji antiglobulin, dan identifikasi ketidakcocokan darah dalam pelayanan laboratorium.
|
Rp 200.000 | Tersedia | Pesan Bab Ini |
|
Bab 14. Teknologi dan Otomatisasi Pemeriksaan Imunologi dan Serologi
Bab ini menguraikan perkembangan teknologi pemeriksaan imunologi dan serologi klinik, termasuk chemiluminescence immunoassay, electrochemiluminescence, flow cytometry, dan multiplex immunoassay. Pembahasan mencakup prinsip kerja instrumen, tahapan pemeriksaan, keunggulan teknologi, serta penerapan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan hasil laboratorium.
|
Rp 200.000 | Tersedia | Pesan Bab Ini |
|
Bab 15. Pengendalian Mutu dan Interpretasi Hasil Pemeriksaan Imunologi dan Serologi
Bab ini membahas pengendalian mutu pemeriksaan imunologi dan serologi mulai dari tahap praanalitik, analitik, hingga pascaanalitik. Materi mencakup penanganan spesimen, kontrol kualitas, validasi metode, sensitivitas, spesifisitas, nilai prediktif, faktor interferensi, serta interpretasi dan pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium secara tepat.
|
Rp 200.000 | Tersedia | Pesan Bab Ini |