Keperawatan
Model Intervensi dalam Keperawatan Medikal Bedah
29 October 2025
Editor: Muhamad Ridlo
Penulis: Lam Murni Br Sagala, Safa Tiara Kiani, Moody Artharini, Muhamad Nur, Rika Yusnaini, Reca Melati Phonna, Mukhlish Hidayat, Taufiqur Rahman, Edy Suryadi Amin, Nur Luthfiati, Dzikra Fitria Amita
Dilihat: 105 kali
Diunduh: 25 kali
Sinopsis
Model intervensi dalam keperawatan medikal bedah merupakan pendekatan sistematis yang digunakan oleh perawat untuk memberikan asuhan yang terencana, efektif, dan berfokus pada kebutuhan pasien dengan kondisi medis atau pembedahan. Model ini mencakup proses pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, perencanaan intervensi, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi hasil. Tujuan utama dari model intervensi ini adalah untuk membantu pasien mencapai kondisi kesehatan optimal, mencegah komplikasi, serta mempercepat proses penyembuhan. Dalam penerapannya, perawat perlu mempertimbangkan aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual pasien secara holistik. Pendekatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tim kesehatan untuk menjamin keselamatan dan efektivitas perawatan.
Selain itu, model intervensi keperawatan medikal bedah sering mengacu pada teori keperawatan seperti model adaptasi Roy, model sistem Neuman, atau teori self-care Orem yang memberikan kerangka berpikir ilmiah dalam praktik. Intervensi dapat mencakup tindakan keperawatan mandiri seperti pemantauan tanda vital, manajemen nyeri, dan edukasi pasien, serta kolaboratif seperti pemberian obat atau terapi sesuai instruksi medis. Evaluasi terhadap hasil intervensi dilakukan secara berkesinambungan untuk menilai efektivitas tindakan dan melakukan modifikasi bila diperlukan. Penerapan model intervensi ini membantu perawat dalam mengambil keputusan klinis berbasis evidence-based practice sehingga mutu pelayanan meningkat. Dengan demikian, model intervensi keperawatan medikal bedah tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
Selain itu, model intervensi keperawatan medikal bedah sering mengacu pada teori keperawatan seperti model adaptasi Roy, model sistem Neuman, atau teori self-care Orem yang memberikan kerangka berpikir ilmiah dalam praktik. Intervensi dapat mencakup tindakan keperawatan mandiri seperti pemantauan tanda vital, manajemen nyeri, dan edukasi pasien, serta kolaboratif seperti pemberian obat atau terapi sesuai instruksi medis. Evaluasi terhadap hasil intervensi dilakukan secara berkesinambungan untuk menilai efektivitas tindakan dan melakukan modifikasi bila diperlukan. Penerapan model intervensi ini membantu perawat dalam mengambil keputusan klinis berbasis evidence-based practice sehingga mutu pelayanan meningkat. Dengan demikian, model intervensi keperawatan medikal bedah tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
Daftar Bab
- Bab 1. Pengantar Keperawatan Bedah
- Bab 2. Asuhan Keperawatan Preoperatif
- Bab 3. Asuhan Keperawatan Intraoperatif
- Bab 4. Asuhan Keperawatan Pascaoperatif
- Bab 5. Infeksi pada Pasien Bedah
- Bab 6. Manajemen Nyeri Bedah
- Bab 7. Perawatan pada Pasien dengan Komplikasi Bedah
- Bab 8. Rehabilitasi Pasien Bedah
- Bab 9. Perawatan pada Pasien dengan Penyakit Kardiovaskuler Bedah
- Bab 10. Perawatan pada Pasien dengan Penyakit Saluran Pencernaan Bedah
- Bab 11. Keperawatan Bedah Pediatrik
Detail Publikasi
- Penerbit
- PT Mustika Sri Rosadi
- Tanggal Terbit
- 29 October 2025
- ISBN
- 978-634-96481-6-5 (PDF)
- No. HKI
- EC002025198516
- PERPUSNAS ID (KDT)
- Lihat Data KDT