Repositori Buku

Temukan dan rujuk karya-karya yang telah kami terbitkan.

Model Intervensi dalam Keperawatan Medikal Bedah

oleh Lam Murni Br Sagala, Safa Tiara Kiani, Moody Artharini, Muhamad Nur, Rika Yusnaini, Reca Melati Phonna, Mukhlish Hidayat, Taufiqur Rahman, Edy Suryadi Amin, Nur Luthfiati, Dzikra Fitria Amita

Model intervensi dalam keperawatan medikal bedah merupakan pendekatan sistematis yang digunakan oleh perawat untuk memberikan asuhan yang terencana, efektif, dan berfokus pada kebutuhan pasien dengan kondisi medis atau pembedahan. Model ini mencakup proses pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, perencanaan intervensi, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi hasil. Tujuan utama dari model intervensi ini adalah untuk membantu pasien mencapai kondisi kesehatan optimal, mencegah komplikasi, serta mempercepat proses penyembuhan. Dalam penerapannya, perawat perlu mempertimbangkan aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual pasien secara holistik. Pendekatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tim kesehatan untuk menjamin keselamatan dan efektivitas perawatan. Selain itu, model intervensi keperawatan medikal bedah sering mengacu pada teori keperawatan seperti model adaptasi Roy, model sistem Neuman, atau teori self-care Orem yang memberikan kerangka berpikir ilmiah dalam praktik. Intervensi dapat mencakup tindakan keperawatan mandiri seperti pemantauan tanda vital, manajemen nyeri, dan edukasi pasien, serta kolaboratif seperti pemberian obat atau terapi sesuai instruksi medis. Evaluasi terhadap hasil intervensi dilakukan secara berkesinambungan untuk menilai efektivitas tindakan dan melakukan modifikasi bila diperlukan. Penerapan model intervensi ini membantu perawat dalam mengambil keputusan klinis berbasis evidence-based practice sehingga mutu pelayanan meningkat. Dengan demikian, model intervensi keperawatan medikal bedah tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.

Sitohistoteknologi: Teknik dan Aplikasi dalam Diagnostik Patologi

oleh Wimpy, Asep Munandar, Ruth Agree Kartini Sihombing, Luh Ade Wilankrisna, Nurhilaliyah

Buku bunga rampai “Sitohistoteknologi: Teknik dan Aplikasi dalam Diagnostik Patologi” merupakan kumpulan karya ilmiah yang membahas secara komprehensif peran dan perkembangan teknologi sitohistologi dalam menunjang diagnosis penyakit melalui pemeriksaan jaringan dan sel. Isi buku ini mencakup berbagai topik mulai dari konsep dasar sitohistoteknologi, teknik pemrosesan jaringan, penggunaan mikroskopi dan teknologi digital dalam analisis preparat, Imunohistokimia dan patologi molekuler yang menegaskan peran deteksi biomarker dan analisis genetik dalam menentukan diagnosis dan prognosis penyakit secara presisi serta inovasi dan juga membahas tentang tantangan masa depan arah pengembangan sitohistoteknologi di tengah kemajuan teknologi medis global serta tuntutan kompetensi tenaga laboratorium abad ke-21. Melalui pendekatan yang ilmiah dan aplikatif, buku ini tidak hanya menyoroti aspek teknis laboratorium, tetapi juga mengulas inovasi, tantangan, dan peluang pengembangan sitohistoteknologi di masa depan. Topik-topik yang disajikan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan, penelitian, dan pelayanan laboratorium diagnostik, khususnya dalam menghadapi era digitalisasi dan otomatisasi sistem laboratorium.

Biokimia Klinik

oleh Rinza Rahmawati, Pranita Aritrina, Nikma, Fadli Sukandiarsyah, Mutmainnah Abbas, Rina Setyawati, Tien, Rachmawati Dwi Agustin, Musyarrafah, Ragil Saptaningtyas, Ayi Furqon

Buku ajar “Biokimia Klinik” ini disusun untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai prinsip-prinsip biokimia yang diaplikasikan dalam analisis laboratorium klinik guna mendukung diagnosis, pemantauan, dan evaluasi penyakit. Pembahasan pada buku ini diawali dengan pengantar biokimia klinik. Bab-bab selanjutnya membahas berbagai pemeriksaan biokimia penting, meliputi analisis elektrolit dan keseimbangan asam-basa, yang berperan dalam menilai fungsi fisiologis dan gangguan homeostasis; pemeriksaan fungsi hati untuk mendeteksi gangguan hepatoseluler dan kolestasis; serta pemeriksaan fungsi ginjal sebagai indikator filtrasi, sekresi, dan ekskresi metabolit tubuh. Selain itu, buku ini juga menguraikan pemeriksaan lipid dan profil lipid serta pemeriksaan glukosa darah dan tes diabetes yang digunakan dalam diagnosis dan pemantauan diabetes melitus. Bab mengenai hormon dan metabolisme, Analisis protein dalam serum serta pemeriksaan metabolisme karbohidrat juga dijelaskan sesuai dengan jalur biokimia dan uji laboratorium yang relevan. Buku ini juga menampilkan pembahasan tentang penggunaan metode spektrofotometri sebagai teknik utama dalam pemeriksaan biokimia klinik, serta pengendalian kualitas (Quality Control) yang menjamin keakuratan dan keandalan hasil pemeriksaan laboratorium. Dengan pendekatan yang aplikatif dan berbasis kompetensi, buku ajar ini diharapkan dapat menjadi panduan belajar bagi mahasiswa dan praktisi laboratorium medik dalam memahami konsep, prosedur, serta interpretasi hasil pemeriksaan biokimia klinik secara ilmiah dan profesional.

Dasar-dasar Kesehatan Masyarakat: Teori dan Praktik

oleh Andiko Nugraha Kusuma, Mukhlasin , Ela Nurdiawati , Titin Nasiatin , Nurce Arifiati

Buku Dasar-dasar Kesehatan Masyarakat: Teori dan Praktik hadir sebagai panduan komprehensif bagi mahasiswa, tenaga kesehatan, dan praktisi pemula yang ingin memahami landasan ilmu kesehatan masyarakat. Buku ini menyajikan konsep-konsep mendasar yang dipadukan dengan penerapan praktis, sehingga pembaca tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis tetapi juga wawasan aplikatif yang relevan dengan kondisi nyata di masyarakat Indonesia. Isi buku terbagi dalam lima bab utama. Bab pertama membahas konsep dasar kesehatan masyarakat, termasuk definisi, sejarah, prinsip, dan tujuan yang menjadi fondasi disiplin ini. Bab kedua menguraikan determinan kesehatan dan dasar epidemiologi sebagai alat analisis masalah kesehatan. Bab ketiga menyajikan strategi promosi dan edukasi kesehatan berbasis masyarakat, sedangkan bab keempat mengevaluasi sistem dan kebijakan kesehatan yang memengaruhi pelayanan publik. Bab terakhir menekankan praktik kesehatan masyarakat berbasis komunitas, dilengkapi studi kasus dan contoh program nyata. Dengan penyusunan yang sistematis, bahasa yang mudah dipahami, serta contoh kontekstual dari program kesehatan di Indonesia, buku ini diharapkan dapat menjadi sumber belajar, referensi akademik, sekaligus panduan praktis dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Manajemen Kebidanan Masa Nifas

oleh Emi Kusumawardani, Siti Nur Farida, Elisa Danik Kurniawati, Sinta Dwi Juwita, Agus Santi Br Ginting, Fadjriah Ohorella, Uci Ciptiasrini, Annisa Fitri Rahmadini, Febthia Rika Ramadhaniah, Nurwita Trisna Sumanti, Fifi Ratna Aminati

Masa nifas atau puerperium adalah periode setelah persalinan yang dimulai segera setelah lahirnya plasenta hingga alat-alat reproduksi kembali seperti keadaan sebelum hamil, biasanya berlangsung sekitar 6 minggu. Buku ajar Manajemen Kebidanan Nifas ini hadir sebagai sumber referensi mahasiswa, disusun dengan tujuan untuk memberikan panduan yang komprehensif dan berbasis bukti bagi mahasiswa kebidanan, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan kebidanan yang berkualitas selama masa nifas. Buku ajar ini membahas Konsep Dasar Masa Nifas, Perubahan Fisiologis Dan Psikologis, Asuhan Kebidanan Dalam 24 Jam Pertama Masa Nifas, Pemantauan Dan Perawatan Lanjutan Selama Masa Nifas, Manajemen Laktasi Dan Pemberian Asi, Edukasi Dan Konseling Masa Nifas, Komplikasi Masa Nifas Dan Penanganannya, Kesehatan Mental Dan Dukungan Psikososial Ibu Nifas, Kunjungan Rumah (Home Visit), Peran Keluarga Dalam Perawatan Ibu Nifas, Dokumentasi Asuhan Masa Nifas Dan Standar Pelayanan serta Pengembangan Program Berbasis Komunitas Untuk Masa Nifas. Sehingga penting bagi bidan dan tenaga kesehatan lainnya untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengelola asuhan kebidanan selama masa nifas. Oleh karena itu asuhan kebidanan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi, memantau pemulihan, serta mendukung kesehatan ibu dan bayi.